Hukum Telah Mati Suri
Tragedi di Mesuji, Bima dan Sampang menjadi bukti hukum di negeri ini "Mati suri/berjiwa tapi tak bernyawa. (Nasir Jamil, anggota komisi III DPR).Program Penelitian 2011
| Frans Hendra Winarta: Miskin Keteladanan dan Sifat Ksatria Pejabat |
|
|
|
| Oleh : Administrator |
| Rabu, 22 Februari 2012 17:23 |
Anggota Komisi Hukum Nasional (KHN) Frans Hendra Winarta menilai, selain keteladanan dari pemimpin, Indonesia juga perlu memiliki budaya malu, atau sifat-sifat ksatria seperti yang dilakukan Chritian Wulff atau para pemimpin Jepang. Mereka mundur dari jabatannya ketika terindikasi korupsi, sebelum menerima konsekuensi kehilangan kepercayaan masyarakat. "Kalau di Indonesia maju terus pantang mundur, tidak ada ketokohan dan sense of responsibility itu contoh yang buruk dengan tidak ada budaya malu. (SUara Pembaruan, Selasa (21/2).Menurutnya, hampir seluruh lembaga penegak hukum terlibat korupsi, dari kepolisian, Kejaksaan, Kehakiman hingga Advokad. Begitupun dengan DPR sebagai legislatif yang menyaring dengan uji kepatutan dan kelayakan calon pemimpin beberapa lembaga hukum turut terlibat dalam praktik korupsi. Artinya, selain aparat hukum, anggota DPR juga banyak terlibat praktik korupsi. Untuk menghindari itu, seharusnya seluruh lembaga hukum dapat melakukan pembersihan dari dalam. Tidak hanya itu, presiden sebagai pemimpin tertinggi diharapkan menunjukkan kehadirannya secara kongkret dalam pemberantasan korupsi. "Rekomendasi dari KHN sejak tahun 2000 adalah membersihkan dari dalam dulu, kalau tidak begini susah. Sulit sekali untuk berhasil presiden sebagai pimpinan tertinggi negara harusĀ menjadi orang terdepan dalam memberantas korupsi," Jelasnya. |
Login
Agenda KHN
No current events.













Anggota Komisi Hukum Nasional (
Tanggapan